Apakah kamu sedang memikirkan buat berprofesi menjadi seseorang jurnalis? umumnya, suka duka jadi jurnalis dikesankan pada sebuah pekerjaan yang ‘susah-susah, akan tetapi membanggakan’. Wah, gimana ya maksudnya?

seorang jurnalis harus punya militansi tinggi, skeptis, dan siap perintah. Nah, di pulang dua istilah siap perintah itulah banyak risiko yg harus kamu terima sebagai seseorang jurnalis.

Belum lagi dituntut buat mengenal kode etik jurnalistik berupa kemampuan penulisan berita, mencari narasumber, memahami info, dan bisa mempertanggung jawabkan informasi yang telah didapat dan disebarkan.

tetapi, meski penuh tantangan, adalah sebuah kebanggaan bisa menjadi seseorang jurnalis sebab bisa mempunyai pengalaman luar biasa yg tak semua orang atau profesi bisa melakukannya. pada pulang itu seluruh, ternyata sejumlah jurnalis beropini, banyak pengorbanan yang mereka alami asal risiko profesinya itu. Apa saja ya?

Ditugaskan ke lokasi mala atau kerusuhan

jika ditugaskan pada tempat kerusuhan atau mala alam, cita rasanya seperti itu sebagai tugas terakhir kamu sebagai seorang jurnalis, karena bahaya yg mengintai. banyak juga kan kasus para jurnalis yang mati saat bertugas. tetapi, Bila kamu berhasil melewatinya dengan hasil peliputan yang maksimal , ini akan menjadi catatan sejarah tersendiri pada hidup engkau .

Akhir pekan hanyalah ilusi

Bagi kamu yang kerja kantoran, menjumpai akhir pekan adalah hal yg menyenangkan. akan tetapi bagi sorang jurnalis, itu biasa saja, bro! Weekdays serta weekend itu mirip saudara kembar, sama saja. Jika engkau bisa pamer pada social media pulang ngemall, hang out, seorang jurnalis hanya bisa pamer kegiatannya sedang bekerja, bahkan kadang tidak sempat melakukannya. akan tetapi jikalau sudah passion, semuanya asik-asik saja.

Punya banyak haters


Nggak selebgram atau artis saja lho yang punya haters. Jurnalis juga. Hal ini karena pekerjaan seorang jurnalis adalah memberitakan. Tentu bukan hanya info baik saja yang diberitakannya, melainkan isu buruk pula. Ini tentu bisa memicu pro serta kontra, jadi siap-siap saja punya musuh. Jadi legowo saja dan jangan anggap mereka musuh kembali.

Strees sudah biasa

Deadline ialah momok mengerikan bagi jurnalis. Tekanan macam ini kadang membuat strees setiap orang. Mood jadi berantakan, tapi saat menjalani tugas tentu saja wajib bersikap professional serta seolah-olah tidak sedang pada tekanan.

Deadline artinya momok mengerikan bagi jurnalis. Tekanan macam ini kadang membentuk strees setiap orang. Mood jadi berantakan, akan tetapi ketika menjalani tugas tentu saja wajib bersikap professional dan seolah-olah tidak sedang pada tekanan.

Acap kali ditolak itu hal biasa

Nah, buat poin ini sih, telah menyangkut problem privasi seseorang Jurnalis. menggunakan pekerjaan yang tidak mengenal ketika dan kawasan, ini bisa saja berdampak pada korelasi asmara kamu menjadi jurnalis. Terlebih, Jika pasangan bukan artinya pekerja media yang bisa saja ‘kaget’ dengan contoh cara kerja jurnalis. Beruntunglah Bila engkau para Jurnalis yang kini mempunyai pasangan yang pengertian menggunakan profesimu. Yah, begitulah senang sedih jadi jurnalis.