Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Medan Area melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai dalam rangka memperkuat sinergi dan kerja sama strategis untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pembangunan desa yang berkelanjutan.

Kunjungan ini dipimpin langsung oleh Dekan FISIP UMA, Dr. Walid Mustafa, bersama jajaran dosen dan staf akademik. Rombongan FISIP UMA disambut hangat oleh Wakil Bupati Serdang Bedagai, H. Adlin Umar Yusri Tambunan, ST, MSP, beserta jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Ruang Kerja Sekretaris Daerah, Komplek Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah.

Dalam kesempatan tersebut, FISIP UMA dan Pemkab Sergai secara resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas PMD serta Bappedalitbang dengan FISIP UMA, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung pembangunan desa melalui pelatihan, pendampingan, serta program pemberdayaan masyarakat.

Dekan FISIP UMA, Dr. Walid Mustafa, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

“Kami sangat antusias untuk berkolaborasi dengan Pemkab Serdang Bedagai dalam program-program strategis pembangunan desa. FISIP UMA siap mengirimkan tenaga ahli dan mahasiswa untuk mendampingi proses pemberdayaan masyarakat desa secara langsung,” ujar Dr. Walid.

Ia juga menyampaikan bahwa kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah daerah merupakan langkah penting dalam menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks.

“Kampus tidak hanya menjadi pusat ilmu, tetapi juga harus hadir di tengah masyarakat, memberikan kontribusi nyata untuk kemajuan daerah,” tambahnya.

Wakil Bupati Sergai, H. Adlin Tambunan, menyambut baik kunjungan dan komitmen FISIP UMA. Ia berharap kerja sama ini tidak sekadar menjadi formalitas, namun benar-benar memberikan dampak positif dalam penguatan kelembagaan dan profesionalitas aparatur desa.

“Kami mengapresiasi inisiatif FISIP UMA. Pemerintah sangat terbuka terhadap kolaborasi semacam ini, terlebih dalam upaya mempercepat pembangunan desa yang unggul dan mandiri,” ujarnya.

Kunjungan ini diakhiri dengan diskusi bersama mengenai rencana tindak lanjut kerja sama dan potensi program-program yang dapat diimplementasikan ke depannya, seperti pelatihan aparatur desa, pendampingan partisipatif masyarakat, hingga penelitian kebijakan berbasis kebutuhan lokal