Buka Puasa Ramadhan

Buka Puasa Ramadhan

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Medan Area (UMA) ber­sama Fakultas Biologi dan  Fa­kultas Psikologi UMA me­laksanakan buka puasa be­r­sama, Jumat (26/6) di Kam­­pus I UMA Jalan Kolam  Me­dan Estate.

Buka puasa bersama tiga fakultas di lingkungan UMA itu, bertujuan  me­ning­katkan silaturahmi civitas aka­demika UMA. Turut hadir dalam acara tersebut pada dekan, dosen dan pegawai dari ketiga fa­kul­tas serta masyarakat s­e­ki­tar kampus I UMA.

Rektor UMA, Prof A Ya’kub Matondang di­dampingi Wakil Rektor Bi­dang Kemaha­siswaan, Zulhery Noer MP ber­harap fakultas-fakultas lain­nya di ling­ku­ngan UMA bisa me­lak­sa­nakan kegiatan seru­pa, se­hi­ngga ja­linan sila­tu­rahmi se­makin me­­ningkat.

Tampil sebagai pence­ramah sebelum berbuka pu­asa bersama itu, Ustaz M.­Aswin, MAP. Ustaz Aswin mengatakan puasa me­ru­­pa­kan ibadah yang memiliki hubu­ngan khu­sus antara Allah dengan hamba-Nya.Hanya Allah SWT yang tahu apakah ham­ba-Nya berpuasa atau tidak.

Bisa saja, ucap Aswin yang dikenal dosen Universitas Is­lam Negeri (UIN) Sumut, se­se­orang ke­liha­tan­nya ber­pu­asa pa­dahal tidak dan bisa saja seseorang ke­li­hatan tidak ber­­puasa, pa­dahal sebalik­nya.

Allah yang Nilai

“Maka hanya Allah yang mengetahui dan menilainya langsung, sehingga berbeda dengan ibadah-ibadah lain­nya, seperti salat, zakat, infak dan haji, yang bisa dilihat se­­­­cara langsung oleh masya­rakat,” ujar Aswin yang juga mengajar di FISIP UMA ini

Lebih lanjut dikatakannya, jadi ibadah puasa tersebut ber­beda dengan ibadah lain­nya yang memiliki kontrol sosial tetapi yang dapat me­nilainya secara langsung adalah Allah SWT.

Ibadah puasa pun harus dibarengi dengan ketulusan dan keikhlasan hambanya, maka ketulusan dan keikh­lasan pun menjadi hubungan yang sangat rahasia antara Allah dengan hambanya,   Allah yang mengetahui kita ikhlas atau tidak, dan keka­daran keikhlasan kita.

Karena itu, Ustaz Aswin mengharapkan sudah seha­rus­nya kita meningkatkan iba­dah puasa, dari hari ke hari dan dari tahun ke tahun, tidak hanya sebatas menahan lapar dan dahaga saja, tetapi harus mampu menahan panca indra kita dari segala yang dilarang Allah.

“Dan yang lebih khusus  lagi, kita juga harus melatih diri agar puasa kita mencapai ting­katan takwa sebagai tu­juan utama berpuasa,” ujar­nya seraya menyebutkan pu­asa juga  mampu meme­lihara hati dan pikiran kita agar ti­dak berburuk sangka dan ragu akan hadirnya Allah dalam aktivitas ke­hidupan kita.

Dekan Fakultas Psikologi UMA, Prof Abdul Munir,  dalam sambutannnya berpesan agar ceramah yang disampaikan Ustaz  M Aswin bisa  menambah pe­nge­ta­huan kita bersama, supaya puasa yang kita lakukan semakin meningkat kualitasnya