Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Medan Area menggelar acara Malam Renungan Aid Nusantara dengan tema Save One Life.  Di halaman gedung fisipol UMA, Kampus I jalan kolam Nomor 1 Medan Estate, pada 03 Juni 2017.

Acara renungan tersebut terselenggara atas kerjasama antara Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) komisariat UMA, Sempurna Community (SECI) , Pema Fisipol UMA dan Medan Plus.

Acara Renungan AID tersebut dibuka oleh penggagas acara Agung Suharyanto, S.Sn, M.Si  didampingi Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Armansyah Matondang,  S. Sos, M.Si .

Agung berpesan melaui sambutannya “jadilah orang yang mampu berkontribusi bagi orang lain save one life jauhi virusnya bukan orangnya. Bentengi diri dengan ilmu, iman, dan taqwa.” Sesuai dengan tema pada acara tersebut.

Selanjutnya acara diisi oleh narasumber  Yeni Lubis yang menjelaskan tentang penyakit hiv aid.

Penyakit HIV AID yang disebabkan oleh virus yang bernama human immunodeficiency virus atau yang sering disingkat dengan HIV. Penyakit ini akan menyerang kekebalan tubuh manusia. Penyakit ini memang penyakit yang sangat mengerikan dan mematikan, karena belum ada vaksin untuk bisa mengobatinya. Tetapi sebenarnya penyakit ini dapat dicegah dengan berbagai cara.

Yeni juga menjelaskan faktor – faktor yang dapat menyebabkan terserangnya penyakit HIV, diantaranya  Pergaulan Bebas / Seks bebas yang tidak aman, faktor ini merupakan penyebab hiv aid tertinggi.

Selanjutnya penggunaan jarum suntik yang tidak steril, Biasanya untuk pengguna narkoba sering menggunakan jarum suntik yang tidak steril bahkan mereka sering bergantian dengan teman itu merupakan faktor penularan hiv. Jika salah satu teman telah positif hiv aid maka dengan otomatis teman yang memakai jarum suntik setelahnya akan tertular secara cepat.

Penyakit Menurun, Jika ada seorang ibu yang positif terkena virus hiv aid dia akan mudah menurunkannya kepada anak yang ada didalam kandungannya.

Transfusi Darah yang Tidak Steril, cairan yang terdapat pada penderita hiv aid sangat mudah tertular, sehingga dibutuhkan pemeriksaan yang sangat teliti dalam hal transfusi dara, bagi yang sering melakukan transfusi darah harus berhati-hati dan wajib memeriksa jarum suntik yang digunakan baru.

Selanjutnya Yeni mengajak kita untuk menjauhi faktor-faktor penyakit mematikan tersebut dengan cara membentengi diri dengan ilmu, iman dan selalu mendekatkan diri kepada Allah S.W.T.

Selanjutnya, untuk memecah ketegangan peserta acara diisi oleh berbagai pertunjukan seni, diantaranya tari saman, tari tradisional dan musik akustik. Seni pegelaran ini diisi oleh LKSM UIN-SU, Bale Marojahan, Kenduri Kopi, Komunitas Kreatif Seni, dan persembahan dari Pema Fisip UMA.